top of page
Search

Pertanyaan Reflektif Pendidikan Yang Memerdekakan

  • Writer: Aksara Loka
    Aksara Loka
  • Aug 4, 2021
  • 2 min read

Bagaimana filosofi pendidikan menurut Ki Hadjar Dewantara? jelaskan!

Jawab :

Filosofi pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara: Pendidikan merdeka itu…berdaya upaya dengan sengaja untuk memajukan hidup, tumbuhnya budi pekerti (pikiran, rasa, dan kemauan) dan badan anak dengan jalan pengajaran teladan dan pembiasaan jangan disertai perintah dan paksaan.

Hal ini berarti, guru dengan kesadaran penuh meyakini bahwa setiap anak tidaklah sama, setiap anak bukanlah kertas kosong dan setiap anak memiliki potensinya masing-masing, Maka, tugas guru hanyalah menjadi fasilitator bagi anak untuk menemukan dirinya, menemukan jalannya, menekuni minat dan bakatnya. Mengarahkan agar anak tidak tersesat dan tidak mengenali dirinya. Guru tidak boleh memaksakan anak sesuai dengan ambisi, dan kepentingan guru, bahkan tidak juga diperkenankan untuk memerintah daan memaksa keinginan anak, terlebih jika terkait dengan bakat dan minat anak. Guru hanya menuntun anak untuk mendapatkan versi terbaik dari diri anak. Maka, tidak salah jika guru ikut meneladani semboyan “Ing Ngarso Sung Tuladha” (Di depan memberi contoh, karena guru sejatinya adalah suri tauladan akhlak bagi anak) “Ing Madya Mangun Karsa” (Di tengah memberikan semangat, saat guru mengetahui minat dan bakat anak, maka tugasnya adalah menyemangati anak untuk mencapai apa yang anak itu tergetkan) dan “Tut Wuri Handayani” (Di belakang memberikan dorongan, dan tatkala anak sudah mendapatkan gambaran cita-citanya, maka guru hanya akan mendukung keputusan dan upaya anak, bukan untuk mengintervensi goal dari anak didiknya).


Apa yang dimaksud dengan pendidikan yang memerdekakan menurut Anda?

Jawab :

Pendidikan yang memerdekakan menurut saya adalah pendidikan yang membebaskan anak untuk mengeksplorasi dirinya, untuk mendapatkan versi terbaik dari dirinya. Guru dan sekolah tidak memaksakan kehendaknya, ambisinya, dan cita-citanya pada anak. Karena anak bukanlah benda mati, mereka dapat berfikir dan menentukan jalannya. Pendidikan yang memerdekakan adalah pendidikan yang menghormati keputusan anak, tidak lagi pendidikan dengan anggapan apa yang diinginkan guru atau sekolah adalah yang terbaik bagi anak, karena yang mengerti apa yang terbaik bagi anak, adalah anak itu sendiri. Maka, tugas guru hanya sebagai penuntun, navigator, dan fasilitator bagi anak dalam upaya eksplorasi dirinya.


Apakah saat ini pembelajaran yang dilakukan di sekolah sudah merdeka? jelaskan!

Jawab :

Belum. Hal ini karena di sekolah, masih banyak guru yang menggunakan metode ceramah dalam sesi pengajarannya, sehingga tidak memberikan peluang bagi siswa untuk mengasah kemampuan berfikir kritis mereka. Sekolah masih memberikan “ikan” bagi anak untuk ditelan mentah-mentah, bukan “kail” agar anak dapat mencari ikannya sendiri. Jika sekolah merdeka adalah representasi dari pendidikan student-center (murid sebagai pusat pendidikan),maka di sekolah, masih menganut teacher-center, dimana guru dengan relasi kuasanya masih sangat mendominasi keberadaan anak.


@samhatynajib

Ungaran, 2 Agustus 2021


 
 
 

Comments


Subscribe Form

  • Instagram

©2020 by Aksara Loka. Proudly created with Wix.com

bottom of page