top of page
Search

CHECK AND RECHECK DENGAN TEKNIK PERIKSA FAKTA (Catatan Webinar Perempuan Periksa Fakta)

  • Writer: Aksara Loka
    Aksara Loka
  • Feb 6, 2021
  • 2 min read

Seperti yang sudah saya janjikan kemarin, hari ini, kita akan mengulas bersama bagaimana teknik memeriksa fakta, menurut Mas Adi Syafitrah, Senior Fact Checker dari MAFINDO. Sebelum itu, kita perlu menarik benang merah ke atas, bagaimana perkembangan media dan informasi dahulu dan hari ini. Bisa kita tanyakan pada orang tua kita, jika dahulu informasi hanya diproduksi oleh siaran televisi, siaran radio dan surat kabar cetak, dimana kesemuanya memiliki kesamaan, yaitu komunikasi satu arah. Jadi, masyarakat hanya sebagai konsumen dari informasi tersebut, sulitnya adalah, jika terjadi kesalahan dalam informasi itu, klarifikasi yang akan dilakukan akan sangat sulit. Berbeda dengan hari ini, saat informasi dapat disebar luaskan melalui platform media sosial, dimana setiap orang dapat menjadi produsen informasi dengan melibatkan komunikasi dua arah. Sehingga proses klarifikasi lebih mudah dilakukan.

Kapan sih hoax mulai dikenal? kata hoax mulai digunakan sekitar tahun 1808. Hoaks berasal dari kata Hocus ini mempunyai arti mengelabui. Hocus sendiri adalah penyingkatan dari Hocus Pocus, semacam mantra dari aksi sulap di atas panggung.

Saat ini, turunan dari hoax ada 7 jenis, menjadi misinformasi dan disinformasi, yaitu:

1. Satire atau parodi. Tidak ada niat untuk merugikan namun berpotensi untuk mengelabui.

2. Konten yang menyesatkan. Penggunaan informasi yang sesat untuk membingkai sebuah isu atau individu.

3. Konten tiruan. Ketika sebuah sumber asli ditiru.

4. Konten palsu. Konten baru yang 100% salah dan didesain untuk menipu serta merugikan.

5. Koreksi yang salah. Ketika judul, gambar, atau keterangan tidak mendukung konten.

6. Konten yang salah. Ketika konten yang asli dipadankan dengan konteks informasi yang salah.

7. Konten yang dimanipulasi. Ketika informasi atau gambar yang asli dimanipulasi untuk menipu.

Lalu, bagaimana cara kita memeriksa fakta dari jenis hoax dan turunannya? Ini dia yang paling kita tunggu, yaitu teknik periksa fakta menurut Mas Adi Syafitrah. Simak secara perlahan ya, karena ini penting sekali untuk kita.

1. Mengarsip postingan sumber. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan “achieve.today”, sehingga jika postingan itu sudah diturunkan, kita masih memiliki salinan tautan beserta kotennya.

2. Amankan bukti tangkapan layar (screenshot), hal ini untuk membuktikan bahwa seseorang pernah menyebarkan informasi yang salah, baik digunakan untuk pesan berantai di WhatsApp yang tidak ada link waktunya.

3. Memeriksa foto dan video, hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan Google search image, atau Yandex. Dengan cara mengunggah gambar atau video pada kolom pencarian. Jika Google akan menampilkan gambar dan video serupa sesuai dengan dataase yang dimilikinya, tak jarang jika unggahan itu terbilang baru, maka belum muncul di database Google, untuk itu kita dapat mencarinya di Yandex. Terkadang, kita akan menemukan yang kita cari di Google, dan tidak ada di Yandex, namun terkadang juga sebaliknya.

4. Perhatikan detail video, seperti nama gedung, toko, dan bentuk bangunan; Plat nomor kendaraan; Nama jalan; Dialek orang berbicara; Huruf-huruf yang menandakan bahasa; Tugu atau monumen; Bentuk jalan.

5. Memeriksa lokasi dengan menggunakan aplikasi Google Map, Google Street View, dan Google Earth. Dasar pemeriksaan ini, menggunakan kaidah jurnalis, yakni 5W1H.

Semoga artikel ini bermanfaat, dan lebih baik lagi jika kita mulai dengan “Posting yang penting, bukan yang penting posting!” juga “Saring before Sharing!” dan jangan lupa unduh aplikasi "Hoax Buster Tools" dari MAFINDO. Terima kasih banyak MAFINDO, yang sudah membuat Webinar dan aplikasi luar biasa ini.

Gambar pada artikel ini diambil dari tangkapan layar (screenshot) materi Webinar Perempuan Periksa Fakta, yang diadakan oleh MAFINDO pada hari Jum’at, 5 Februari 2021.

 
 
 

Comments


Subscribe Form

  • Instagram

©2020 by Aksara Loka. Proudly created with Wix.com

bottom of page