NGAJI CASH FLOW
- Aksara Loka

- Jan 12, 2021
- 3 min read
Bagiku, uang bukan lagi menjadi hal yang tabu untuk dibicarakan. Karena permasalahan ekonomi seakan menjadi arus yang tak bisa dibendung. Banyak sekali masalah yang timbul karena uang, namun lagi-lagi masyarakat terlihat masih enggan untuk mengulasnya lebih jauh. Kesadaran akan pentingnya literasi keuangan menjadi sangat penting, terlebih bagi para perempuan. Karena perempuanlah bendahara dalam rumah tangganya, karena perempuan yang mengatur sirkulasi keuangan dalam rumah tangga, dan karena perempuan dinilai lebih cermat dalam urusan keuangan. Inilah mengapa para perempuan menjadi wajib tahu apa yang dimaksud dengan cash flow.
Cash flow diibaratkan layaknya aliran darah dalam tubuh manusia. Dapat dibayangkan, bagaimana jadinya tubuh manusia tanpa aliran darah? Seluruh tubuh manusia akan merasakan sakit, bahkan tak lagi dapat bertahan hidup. Sama halnya dengan cash flow, yang diibaratkan sebagai aliran keuangan dalam rumah tangga. Bagaimana nasib rumah tangga, jika aliran keuangannya tidak lancar, atau bahkan berhenti sama sekali? Rumah tangga akan sakit, bahkan akan sulit untuk bertahan.
Dalam keluarga, cash flow adalah aliran uang yang masuk dan keluar dalam keluarga itu. Uang masuk didapatkan dari gaji, atau penghasilan lainnya yang didapat dari berdagang, atau wirausaha lainnya. Sedangkan uang keluar adalah arus keluarnya uang yang digunakan untuk memenuhi berbagai keperluan hidup dalam keluarga. Posisi cash flow yang ideal adalah adalah positif, yang artinya uang masuk yang ada dikurangi dengan pengeluaran, dan masih ada sisanya. Sayangnya, kebanyakan dari kita semua sering kali mendapati kondisi cash flow yang negatif. Seperti sebelum gajian, dompet kita benar-benar sudah tipis dengan keadaan keuangan yang sudah masuk titik kritis.
Fred Adler, seorang psikolog asal Austria menyatakan bahwa kebahagiaan merupakan cash flow yang positif (Happiness is a positive cash flow), hal ini baik untuk selalu diingat manakala kita tengah berada dalam kondisi-kondisi yang sulit. Semuannya dibawa bahagia saja, kira-kira seperti itu. Namun, bagaimana kita akan menemukan kebahagiaan, jika mengingat cash flow rumah tangga dalam keadaan negatif? Tanggal 20-an rasa di kepala kian cenat-cenut, sedangkan hilal gajian belum juga nampak.
Terbukti, bahwa cash flow yang positif membawa banyak sekali manfaat, seperti tidur yang nyenyak, bila ada kebutuhan mendadak masih dapat ter¬cover, kinerja di tempat kerja tetap baik dan yang pasti kondisi di rumah akan tetap harmonis dan menyenangkan. Sedangkan cash flow yang negatif, akan membawa dampak negatif pula bagi semuanya, bisa dibayangkan, ketika keuangan sedang sangat mepet, anak-anak minta jajan ini dan itu, belum lagi undangan hajatan sanak saudara yang butuh amunisi keuangan lebih? Keadaan ini akan berdampak pada kinerja di tempat kerja, juga akan membawa aura penuh kepenatan dalam rumah tangga.
Lantas bagaimana jika keadaan cash flow kita telah terlanjur negatif? Langkah pertama yang harus kita lakukan adalah dengan menelisik kemana perginya uang kita dengan cara mencatatnya. Pastikan semua uang yang masuk dan keluar dicatat dengan rapi, kemudian buat anggaran dan pengeluaran, sehingga bisa menjadi evaluasi untuk pengeluaran di bulan mendatang. Kemudian membuat pos-pos pengeluaran seperti misalnya 10% uang masuk untuk investasi, 30% untuk cicilan hutang bulanan, 10% untuk amal atau sosial, dan 50% untuk konsumsi.
Sebaiknya kita semua memang hidup di bawah kemampuan kita, bukan sebaliknya. Karena hidup di atas kemampuan sering kali membuat cash flow kita menjadi sangat berantakan. Hal-hal yang seringkali membuat kita hidup di atas kemampuan seperti gengsi dan mungkin tekanan dari orang lain. Dan hanya ada dua solusi untuk menyelamatkan cash flow kita yang sudah terlanjur negatif, yakni mengurangi pengeluaran yang tidak perlu atau menambah penghasilan kita.
Jadi, sudah saatnya kita menata kembali cash flow kita, pastikan ia akan terus positif. Sehingga keadaan dalam rumah akan semakin nyaman, aman, tentram, dan bahagia. Bonusnya para ibu akan makin disayangi buah hatinya, istri akan makin dicintai oleh suaminya, dan perempuan lajang akan makin matang dalam tata kelola keuangan agar makin siap menyongsong kehidupan baru lainnya.
Ungaran, 11 Januari 2021





Comments