KENALI TOXIC PEOPLE
- Aksara Loka

- Jan 27, 2021
- 2 min read
Akhir-akhir ini, kata toxic people sudah banyak dan marak digunakan. Sebenarnya apa sih yang dimaksud dengan toxic people? Dan apa saja tanda-tanda seseorang termasuk dalam kategori toxic? Bagaimana menyikapi para toxic people yang makin hari makin menjadi? Simak ulasan di bawah ini ya.
Menurut Dr. Nancy Irwin, PsyD, CHT, seorang, psikolog, penulis yang juga terapis di Seasons Rehab Center di Malibu, California, toxic people adalah pribadi yang kasar, tidak mendukung, tidak sehat secara emosional, seseorang yang lebih condong pada menjatuhkan daripada menguatkan. Seseorang yang hanya akan membuat kita meragukan pendapat kita sendiri dan menjadi bergantung pada pendapatnya.
Menurut Mental Health America, ada 8 ciri seseorang yang masuk dalam kategori toxic people; yaitu:
1. Manipulatif. Biasanya, ia menggunakan pengetahuannya untuk membuatmu mengikuti kemauannya. Dengan cara yang sama, ia ingin membuatmu merasa ‘gak enakan’, ‘rikuh’, feeling guilty lah pokoknya.
2. Membuat kamu merasa gak yakin pada dirimu sendiri. Biasanya, mereka akan membuat seolah mereka jauh lebih pintar darimu, sehingga kamu merasa jika dirimu bodoh dan tidak penting.
3. Bersikap menghakimi. Para toxic people, akan terus menerus melakukan penghakiman sepanjang waktu. Mengkritik apapun yang tak ia sukai, tanpa mempertimbangkan perasaan orang lain.
4. Selalu berfikir negatif. Para toxic people seakan tidak pernah mampu melihat kebaikan sepanjang hidupnya. Semua hal nampak buruk dan cacat di matanya. Mereka hampir tidak pernah menemukan kebahagiaan versinya.
5. Agresi pasif. Biasanya ditunjukkan dengan marah dalam diam, mulai berkomentar sinis, sengaja melakukan sesuatu atau tidak mengerjakan untuk membuatmu merasa tidak nyaman.
6. Egois. Para toxic people hanya akan memikirkan dirinya sendiri, tidak peduli pada orang lain. Fokusnya hanya untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan.
7. Sulit mengendalikan amarah. Banyak hal kecil yang mudah menyulut amarah para toxic people, tak jarang kata-kata dan perbuatan menyakitkan akan dilakukan oleh mereka. Meski akhirnya mereka akan meminta maaf, yang biasanya hanya sekedar formalitas belaka, lalu kembali mengulang kesalahan yang sama, kemarahan yang sama, dan perbuatan menyakitkan yang sama dalam waktu dekat.
8. Suka berlebihan mengontrol (freaking controlling). Dimana mereka suka sekali mengendalikan diri orang lain, dengan membatasi banyak hal, melarang ini dan itu, yang hanya akan membuatmu sesak dengan berada di sekitarnya.
So, yakin deh bahwa orang dengan 8 ciri seperti itu sangat banyak di sekitar kita, atau jangan-jangan justru kita salah satu yang memiliki ciri-ciri tersebut. Bahaya dong!!!
Langkah pertama yang mesti dilakukan adalah mengenali ciri-ciri toxic people. Setelah itu, langkah kedua adalah dengan membuat batasan pada diri kita sendiri. Apa yang masih bisa kita tolerir dan tidak? Apa yang harus dihindari? Apa yang sebenarnya kita inginkan? Langkah ketiga adalah, membangun rasa percaya atas diri kita sendiri, sehingga kita dapat menentukan batasan yang jelas. Misalnya, “Saya tidak suka jika kamu begini, kalau masih diteruskan, maka saya akan meninggalkanmu”. Dan langkah keempat adalah mengingat bahwa kemauan manusia tak ada muaranya, dan kita tidak akan pernah mampu memuaskan semuanya, sedangkan kemauan Tuhan adalah sebuah tujuan yang jelas. Sudah saatnya kita meninggalkan segala hal yang tidak jelas seperti kemauan banyak orang dan mulai belajar mengejar kemauan Tuhan, yang sudah pasti kejelasannya. Bukankah masing-masing dari kita berhak menikmati indahnya hidup tanpa gangguan dari para toxic people di sekitaran, yang hanya akan merusak suasana hati dan hari-hari kita? Bukankah kita hanya menghamba pada Tuhan saja, bukan pada para toxic people, racun semesta?
Ungaran, 27 Januari 2021





Comments